Beranda > Cerita Islami > Gunung Menangis Takut Tergolong Batu Api Neraka

Gunung Menangis Takut Tergolong Batu Api Neraka

gunung2

Pada suatu hari Uqa’il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad saw. Pada waktu itu Uqa’il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama, ketika Rasulullah saw. ingin mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda saw. berkata kepada Uqa’il, “Hai Uqa’il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahwa sesungguhnya Rasulullah berkata, ‘Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wudu dan buang air besar’.”

Uqa’il pun keluar dan pergi namun sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda saw. hingga selesai dari hajatnya. Maka Uqa’il kembali ke tempat pohon-pohon itu.

Peristiwa kedua adalah, Uqa’il merasa haus dan setelah mencari air ke mana-mana namun tidak menemukannya. Maka baginda saw. berkata kepada Uqa’il bin Abi Thalib, “Hai Uqa’il, mendakilah ke gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, “Jika padamu ada air, berilah aku minum!”

Uqa’il lalu pergi mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, “Katakanlah kepada Rasulullah bahwa sejak Allah SWT menurunkan ayat yang artinya, (“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu).” “Aku menangis karena takut kalau aku menjadi batu itu, maka tidak ada lagi air padaku.”

Peristiwa yang ketiga ialah, ketika Uqa’il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu berkata, “Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu.” Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab Badui dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab Badui itu, Nabi Muhammad saw. berkata, “Ada apa antara kamu dan unta itu ?”

Jawab orang Badui itu, “Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan).” Rasulullah saw. bertanya, “Mengapa engkau menderhakai dia?”

Jawab unta itu, “Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk dalam golongannya, suka tidur dan meninggalkan solat Isya’. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isya’ itu, maka aku berjanji tidak akan mendurhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka.”

Akhirnya Nabi Muhammad saw. mengambil perjanjian dengan orang Arab Badui itu, bahwa dia tidak akan meninggalkan solat Isya’. Dan baginda Nabi Muhammad saw. menyerahkan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.

Kategori:Cerita Islami
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: