Beranda > Psikologi Anak > Bangun Ikatan Sejak Kelahiran Anak

Bangun Ikatan Sejak Kelahiran Anak

sejuk

Selamat! Bagi pasangan yang baru saya memiliki bayi mungil baik laki atau perempuan, anda mendapat karunia besar. Namun ketika anda mengenali dan berinteraksi dengan si mungil mungkin anda akan mulai bertanya pada diri sendiri.

“Bagaimana saya bisa menjalankan tanggung jawab baru ini? Akankah saya mampu membesarkan anak menjadi orang sehat secara fisik, mental, psikis? Mampukah saya melindungi anak saya dari keburukan sosial? Apa yang perlu saya lakukan untuk menumbuhkan karakter Muslim kuat kepada anak saya?

Apakah itu pengalaman pertama atau masuk dalam deret karunia yang diterima orang tua, pertanyaan macam tadi kerap muncul ke permukaan. Seseorang mungkin menggunakan analogi susunan bata pada bangunan, dengan batu bata pertama diletakkan saat anak pertama lahir. Banyak orang meyakini jika  tugas pengasuhan tidak dimulai hingga anak dapat berjalan, berbicara, usil hingga membutuhkan tindakan disiplin dari orang tua. Ini dia, istilah pengasuhan kerap disamakan dengan disiplin. Pemahaman ini tidaklah akurat, sebab pengasuhan efektif dimulai bahkan saat lahir dengan fenomena yang dikenal sebagai ikatan, atau kedekatan

Apa itu ikatan? Ikatan bisa dibilang bentuk pertalian emosi antara si bayi dan orang spesial baginya (biasa sang ibu). Itu adalah proses memakan waktu yang melibatkan afeksi, hubungan timbal balik antara dua orang. Interaksi biasanya terjadi dalam sikap dan perilaku seperti:

1 Sang bayi menangis mengekspresikan ketidaknyamanan.

2.Pengasuh merespon dalam cara yang penuh kasih sayang dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan bayi

3.Si Bayi tersenyum dan bersuara sebagai tanda bahagia

4.Pengasuh sangat peduli untuk tahu apakah ia telah menyenangkan si bayi dan menghasilkan respon sebaliknya

5.Tercipta komunikasi indah sekaligus harmonis yang merupakan bagian cetak biru semesta milik Allah. s.w.t

Ikatan merupakan hal vital karena dapat mempengaruhi pertumbuhan psikologi dan sosial seorang anak. Penelitian ilmiah menunjukkan anak-anak yang mengalami kedekatan sehat saat bayi memiliki kemampuan sosial dan kognitif lebih, yakni lebih memiliki rasa ingin tahu, berkompeten, kooperatif, dan memahami diri sendiri ketimbang mereka yang mengalami masa kedekatan tak sehat.

Tak hanya itu mereka pun lebih dicari sebagai teman dan dipilih sebagai pemimpin. Di sekolah mereka cenderung berinteraksi dengan guru dengan cara yang bersahabat dan tepat, dan mandiri. Mereka biasanya mencari bantuan guru hanya ketika benar-benar butuh. Sementara anak-anak dengan kedekatan tak sehat lebih kesulitan dalam area ini, dan efek tersebut dapat terbawa hingga beberapa tahun kedepan.

Ikatan dan kedekatan yang miskin dengan orang tua juga menjadi salah satu faktor berbanding lurus dengan masalah seputar remaja, seperti kenakalan remaja, hamil usia dini, kecanduan obat-obatan dan alkohol.

Bagaimana orang tua dapat membangun ikatan kuat dengan anak-anak dan memastikan kedekatan yang sehat dan aman? Aisha Hamdan, seorang doktor ahli tumbuh kembang anak membagi saran-saranya yaitu:

1. Tinggalah di rumah dengan bayi anda. Ini merupakan situasi ideal (meski tak selalu memungkinan) baik bagi ibu dan si anak. Allah s.w.t telah mengutus kaum perempuan dalam peran mengasuh dan merawat, dan menciptakan mereka dengan karateristik yang sesuai dengan peran tersebut. Karena ikatan dibentuk dari berbagai interaksi antara orang tua dan anak, itu masuk akal jika mereka selalu bersama dalam proses tersebut.

2. Menyusui. Allah telah menyiapkan manusia dengan kemampuan alami untuk mengembangkan ikatan melalui aktivitas menyusui. “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..(QS 2:233),  “ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan..(QS 46:15)

Bahkan manfaat aktivitas menyusui tersebut juga terbukti dalam pengetahuan ilmiah. Ada banyak keuntungan kesehatan dari menyusui seperti halnya manfaat emosional dan sosial yang akan bertahan hingga seumur hidup

3. Merespon kebutuhan si jabang bayi secepat mungkin. Bagian penting dari proses membangun ikatan melibatkan kepercayaan. Ketika kebutuhan bayi dipenuhi ia akan mengembangkan rasa percaya terhadap pengasuhnya juga pada dunia. Menangis dan rewel adalah bentuk komunikasi yang menandakan ada sesuatu yang tidak benar, dan tanggung jawab pengasuh untuk memastikan apa yang harus dilakukan. Orang tua berpengalaman terlatih membedakan jenis tangis bayi dan kebutuhan tertentu mereka. Itu bisa menjadi cara untuk menangkap pertanda awal dan memberi perhatian sebelum bayi menjadi rewel. Pengasuh yang melakukan ini dengan baik biasanya memiliki bayi yang tenang, bahagia, dan merasa aman.

4. Berkomunikasilah dengan si bayi. Ada banyak cara untuk menyampaikan ungkapan kasih sayang dan perhatian kepada bayi anda. Itu termasuk berbicara dengan suara lembut, menjawab suara mungil mereka, atau meniru, bernyanyi, tersenyum, memeluk, menggelitik, memijat, membuat kontak mata dan banyak lagi. Ibu dan bayi cenderung membangun bahasa khusus yang benar-benar ungkapan kasih sayang masing-masing. Salah satu bentuk karua dari Allah adalah senyum cerah yang indah dari seorang bayi yang ‘mengatakan’, “Saya dicintai dan diasuh baik dan saya mengembalikan rasa sayang itu,” Betapa luar biasa!

Tentu anjuran-anjuran tadi tak lantas menjamin anak anda akan membentuk ikatan seperti yang anda harapkan, namun itu adalah sebuah awal mendirikan bangunan batu bata yang memiliki pondasi kuat. Sangat penting untuk mengingat, bahwa proses pendirian bangunan secara menyeluruh hanyalah ujian bagi orang tua, dan orang tua harus selalu bergantung hanya pada Allah.

(Sumber: Republika)

Kategori:Psikologi Anak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: