Beranda > Berita Dunia Islam > Pemberian Penghargaan Anti Diskriminasi Terhadap Wanita Berjilbab di Belanda

Pemberian Penghargaan Anti Diskriminasi Terhadap Wanita Berjilbab di Belanda

Ululalbablampung.com — Sebuah organisasi anti diskriminasi di Belanda memberikan penghargaan kepada seorang pengusaha lantaran telah membolehkan karyawannya bekerja dengan memakai jilbab. Penghargaan itu diberikan dengan sebuah simbol boneka  yang mengenakan jilbab. Pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan diskriminasi, terutama kepada orang-orang yang berjilbab, sebagaimana diberitakan oleh laman islam0nline, Selasa (24/2).

Acara penyerahan penghargaan anti tindakan diskriminasi yang mengusung tema “persamaan di lapangan kerja” itu berlangsung di sebuah masjid besar di Ibukota Belanda, Amsterdam. Penghargaan tersebut diberikan kepada seorang pengusaha kaya di Belanda, Dirk van den Broek. Ia dikenal sebagai seorang pemimpin perusahaan yang anti terhadap tindakan diskriminasi, terutama terhadap para wanita yang berjilbab. Maka tak heran, bila terdapat ratusan wanita berjilbab yang bekerja di perusahaannya. Bahkan, di kaca mobil perusahaannya terdapat gambar seorang wanita kecil yang memakai jilbab.

Organisasi anti tindakan diskriminasi memilih untuk memberikan penghargaan kepada seorang pengusaha yang membolehkan karyawatinya bekerja dengan mengenakan jilbab bukan tanpa alasan. Menurut keterangan dari organisasi itu, di zaman krisis global ini banyak wanita berjilbab yang menjadi korban. Mereka dipecat lebih awal dari pada yang lain yang tak mengenakan jilbab, sekalipun mereka mempunyai keahlian dalam bekerja. Selain itu, banyak wanita yang tidak mendapatkan tempat kerja hanya karena memakai jilbab. Ini adalah fakta di Belanda, bukan sekedar wacana.

Menurut salah seorang anggota di organisasi itu, acara seperti ini perlu untuk diadakan guna memberi dorongan kepada para pengusaha untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi kepada para pegawainya, terutama kepada para wanita yang berjilbab.

“Acara semacam ini dapat memberi dorongan kepada para pemimpin perusahaan untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi, dan dapat membantu para wanita berjilbab yang takut mendapat perlakuan diskriminasi sehingga mereka dapat diterima bekerja,” tutur salah seorang anggota organisasi anti tindakan diskriminasi, Tahoushe kepada islam0nline.

Pemimpin perusahaan yang membolehkan para karyawatinya untuk memakai jilbab ini memang layak mendapatkan penghargaan, karena sampai saat ini tindakan diskriminasi terhadap wanita berjilbab masih marak terjadi di Belanda.

Menurut pengakuan seorang pegawai asal Maroko yang bekerja di Belanda, Nur Jabla (31 tahun), “Saya memakai jilbab sejak lima tahun lalu, sebelumnya saya sangat mudah sekali untuk mendapatkan pekerjaan karena memang ijazahku cukup tinggi dan saya menguasai beberapa bahasa. Namun, setelah memakai jilbab saya merasa sulit sekali mencari pekerjaan. Mereka menganggap wanita yang memakai jilbab ketinggalan zaman dan tidak modern.” (iso/fani)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: