Beranda > Kesehatan > Pemberian Susu Formula Beresiko Tinggi Bagi Kesehatan Bayi

Pemberian Susu Formula Beresiko Tinggi Bagi Kesehatan Bayi

menyusuPemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya, begitu pula pencampuran dengan tingkat pengenceran yang salah dan kebersihan air pencampur yang buruk menyebabkan bayi mudah terserang penyakit.

“Di Afrika, 30% bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah,” kata Konsultan Neonatology RSCM, Prof Rulina Suradi, SpA(K)IBCLC, di Jakarta, Senin (02/08).

Menurut dia, pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kuman masuk dan tumbuh dalam susu yang dikonsumsi oleh bayi yang kondisi tubuhnya masih sangat rentan, sehingga sangat mudah terserang penyakit.

“Mengapa harus menyalahi kodrat, susah-susah bangun malam dan membuat susu dengan resiko tinggi kalau bisa memberikan air susu ibu (ASI) yang jauh lebih steril dan menyehatkan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kelenjar susu ibu adalah “pabrik susu” paling efisien di dunia.

“Kelenjar susu ibu bisa mengolah dan mengubah apa saja yang dimakan oleh ibu menjadi air susu yang berkualitas bagus, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kualitas air susu ibu yang hanya mengonsumsi tempe dan sayur dengan ibu yang mengonsumsi keju dan makanan mewah lainnya,” katanya.

Tetapi tentu saja kecukupan gizi ibu tetap tidak bisa diabaikan, ibu tetap harus untuk mengonsumsi makanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan anaknya.

Bayi berumur nol sampai enam bulan mutlak memerlukan ASI karena ASI memenuhi 100% kebutuhan bayi akan zat gizi.

Setelah berumur enam bulan bayi memerlukan lebih banyak zat gizi, dan ASI hanya bisa menopang 60%-70% kebutuhan gizi pada bayi sehingga bayi memerlukan makanan pendamping lain.

Pemberian ASI menurut Rulina lebih aman bila dihentikan saat anak berumur dua tahun.

Pekan ASI sedunia Menyambut Pekan ASI sedunia atau World Breast-Feeding Week (1-7 Agustus) beberapa organisasi yang peduli tentang penggunaan ASI eksklusif pada bayi, salah satunya Perkumpulan Perinatologis Indonesia (Perinasia) melakukan kegiatan untuk memasyarakatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Kegiatan itu, menurut Rulina, di antaranya berupa lomba pemberian ASI eksklusif dan lomba pembuatan poster untuk mengampanyekan pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Hal itu dilakukan karena menurut dia ASI sangat penting dan perannya tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain.

Menurut dia, ASI mengandung lebih dari 1000 jenis nutrien sehingga tidak ada satu pun jenis susu lain yang bisa menyamainya, selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu yang lain bisa diserap oleh bayi seperti ASI.

“ASI didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi seperti susu sapi didesain khusus untuk anak sapi, masing-masing mempunyai komposisi yang berbeda sehingga tidak bisa saling menggantikan,” kata Rulina.

(Sumber: kapanlagi.com)

Kategori:Kesehatan
  1. 7 April 2009 pukul 8:33 am

    tapi gimana kalo bayinya udah ga mau menetek??
    bisa kan ganti dengan susu formula??
    masalahnya….bayinya ga suka lagi…
    please, jawabannya….di tunggu loh?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: