Beranda > Pendidikan Anak > Mengajarkan Agama Pada Anak

Mengajarkan Agama Pada Anak

ngajiPendidikan anak dimulai dalam kandungan ternyata benar, ini yang saya alami sendirii. Dulu waktu hamil saya sering mendengarkan ayat-ayat suci Alqur’an dengan tujuan tahsin (memperbaiki bacaan) dengan menggunakan laptop. Waktu hamil sesudah maghrib saya langsung duduk di depan laptop menyimak bacaan murotal dengan memperhatikan ayat-yat yang sedang dibaca. Itu terus saya lakukan hampir tiap hari.Sejak dia sudah bisa ngomong kami ajarkan menghafal surat-surat pendek. Sewaktu di TK mulai diajarkan membaca Alqur’an oleh gurunya  ternyata anak saya bacaannya lebih fasih dan jelas pengucapannya dibanding teman-temannya.

Subhanalllah… terus terang ini suprise buat saya, pengucapan bacaan Alqur’an anak saya lebih baik dan makhrajnya mirip dengan murotal yang sering saya dengar waktu hamil.  Saya yakin sekali anak saya sudah sering mendengar bacaan murotal Alquran waktu dalam kandungan, dan saya sejak menyadari itu percaya pada pernyataan bahwa anak belajar sejak dalam kandungan.

Ini mungkin hanya sharing saja dari pengalaman saya tapi pada intinya agama memang harus diajarkan sedini mungkin. Selanjutnya saya akan mencoba memberikan wacana tentang ini. Saya akan mulai dengan masa balita anak.

Masa balita adalah masa perkembangan otak tercepat, mengajarkan agama pada anak sebenarnya justru sudah harus dilakukan dimasa ini. Tentu  saja bukan dalam bentuk formalitas kaku tapi dalam bentuk atmosfir yang dialami anak. Anak-anak yang tinggal dilingkungan religius cenderung akan religius, anak yang sering melihat orang sholat tentu akan mudah untuk di ajarkan sholat.

Pada masa ini sampai usia 8 tahun, pemahaman anak masih bersifat kongkrit operasional, anak benar-benar belajar apa yang dilihat. Selain belajar membaca alqur’an dan hafalan pada masa ini sebaiknya agama dikenalkan dalam bentuk kongkrit dan berhubungan dengan kehidupan anak-sehari-hari, sehingga peran agama akan menempati tidak hanga sisi religius tapi juga sisi spiritual anak.

Anak pada masa ini sudah bisa dikenalkan pada agama yang sebenarnya, terutama pada substansi Akidah dan akhlak, ini sudah bisa dilakukan ketika anak sudah diajak berkomunikasi. Kita hidup untuk apa, akan kemana hidup kita nanti, pengenalan Allah, malaikat, surga neraka adalah konsep yang walaupun terkesan abstrak tapi sangat mudah dimengerti anak. Oleh karena konsep hubungan sebab akibat sudah bisa dierima anak dengan baik maka justru pelajaran akidah dan akhlak ini sangat baik bila sudah dimulai pada masa ini.

Ayat-ayat Alqur’an dan Hadist tentang Akidah dan akhlak sebaiknya sudah mulai diberikan pada anak, tentu saja dengan cara yang menyenangkan seperti melalui contoh dan cerita, sehingga ajaran agama bisa menginteranlisasi pada diri anak.

Selain fikih yang mengajarkan aktivitas ritual  seharusnya aspek spiritualnya juga harus diberikan. Ajaran tentang kejujuran, tidak menyakiti makhluk lain, merasa selalui dilihat Allah, rajin bekerja dan belajar, sopan santun, ramah, patuh pada orang tua, tidak mengambil yang bukan haknya, suka menolong dan seterusnya, sangat penting untuk terus diulang-ulang sampai usia remaja.

(Sumber: muslimah.wordpress.com)

Kategori:Pendidikan Anak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: