Beranda > Cerita Islami > Asiyah Ratu Mesir

Asiyah Ratu Mesir

1395485029_fb6c272227Sebagian wanita memiliki sikap tersendiri dalam sejarah, di mana sebagian sikap itu tidak mampu diambil oleh kaum laki-laki. Di antaranya adalah Asiyah ratu Mesir dan isteri Firaun.

Dia mengorbankan dirinya kepada Allah, mementingkan apa yang ada di sisi-Nya, dan meninggalkan kenikmatan dunia. Dia bersabar atas siksa suaminya kepadanya, maka dia mati dan ruhnya pergi kembali kepada Penciptanya. Hadis ini adalah sebagian dari kisahnya. Teks Hadis Abu Ya’la meriwayatkan dalam Musnadnya dari Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya Fir’aun menancapkan patok sebanyak empat buah pada kedua tangan dan kedua kaki isterinya. Jika para penjaga Fir’aun berpencar darinya, maka para Malaikat menaunginya.

Dia berkata, “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zhalim.”(At-Tahrim:11).

Maka Allah menampakkan untuknya rumahnya di Surga. Takhrij Hadis Syaikh Nashirudin Al-Albani menyebutkan hadis ini dalam Silsilah Al-Ahadis As-Shahihah, (6/35) no.2508, beliau berkata dalam Takhrij-nya,

“Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Musnadnya (4/1521-1522). Hudbah menyampaikan kepada kami dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Abu Rafi dari Abu Hurairah bahwa Fir’aun… Begitulah hadisnya tercantum secara mauquf, bukan marfu.

Ia berstatus marfu karena tidak bisa dikatakan hanya berdasar kepada akal walaupun mungkin juga dari Israiliyat. (Menurutku, yang rajah (kuat) adalah bahwa hadis ini dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan bukan dari Israiliyat. Dalam Taurat, isteri Fir’aun tidak disinggung.

Mereka mengkalim bahwa yang merawat Musa adalah putri Fir’aun, bukan isterinya. Lihat Safar Al-Khuruj, Ishah 2 poin 5-10). Aku berkata, “Sanadnya shahih di atas syarat Muslim. Suyuti menyebutkannya dalam Ad-Darrul Mantsur (6/245) secara mauquf.

Dia berkata, ‘Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Baihaqi dari Abu Hurairah dengan sanad yang shahih.” Kemudian dia menisbatkannya juga kepada Abd bin Humaid dari Abu Hurairah secara mauquf.

Hafizh Ibnu Hajar dalam Al-Mathalibul Aliyah (3/390) berkata, “Hadis shahih mauquf.”

Haitsami (9/218) berkata, “Rawi-rawinya adalah rawi-rawi shahih. Ia memiliki hadis penopang dari hadis Salman yang berkata, ‘Isteri Fir’aun diadzab dengan cara dijemur. Jika orang-orang yang menyiksanya meninggalkannya, maka malaikat menaunginya dengan sayap-sayap mereka. Dan dia melihat rumahnya di Surga.’

Diriwayatkan oleh Thabari dalam Tafsir-nya (28/110). Hakim (2/496) berkata, ‘Hadis shahih di atas syarat Syaikhain.’ Dan disetujui oleh Dzahabi dan hadis ini seperti apa yang mereka berdua katakan.” Suyuti juga menisbatkan kepada Ibnu Abu Syaibah, Abd bin Humaid, Ibnul Mundzir, dan Baihaqi dalam Syuabul Iman.

Aku berkata, “Kemudian Syuabul Iman dicetak, maka aku melihat ada padanya (2/244/1632) dari dua jalan dari Yazid bin Harun: Sulaiman At-Taimi memberitakan kepada kami dari Abu Utsman dari Salman secara mauquf dan sanadnya shahih.”

Dari jalan Ma’mar dari Tsabit dari Abu Rafi’ berkata, “Fir’aun menancapkan empat patok untuk isterinya, kemudian meletakkan batu besar di perutnya sampai dia mati.” Ini shahih tetapi mauquf lagi mursal.”

Penjelasan Hadis Di antara sunnah Allah pada makhluknya adalah Allah akan membalas mereka jika mereka melanggar batasan-batasan-Nya, lebih-lebih jika makhluk itu melanggar rububiyah dan uluhiyah Allah. Apa yang terjadi pada thagut Mesir yang mengklaim rububiyah dan uluhiyah, Allah telah membalasnya dalam beberapa kesempatan.

Yang terakhir adalah binasanya dia dan bala tentaranya karena tenggelam. Saat Fir’aun mencari anak laki-laki yang dikatakan sebagai kematiannya. Maka Allah mengirim anak itu ke istananya dan menjadikan ibu ratu menyukainya. Anak itu di asuh di istana Fir’aun.

Ibu ratu menjaga dan mengawasinya, dan dia membayar ibunya atas susu yang diberikan kepada anak itu. Allah Yang Maha Esa memasukkan iman ke dalam hati wanita tukang sisir putri Fir’aun. Wanita ini mengingkari uluhiyah dan rububiyah Fir’aun dan beriman kepada Allah yang Maha Esa. Juga berimannya isteri Fir’aun kepada Allah dan ajaran yang dibawa oleh Musa Rasulullah. Maka Fir’aun menyiksanya dengan keras.

Dia pun memohon kepada Allah supaya menyelamatkannya dari siksa Fir’aun dan memilihnya berpindah ke sisi-Nya, “Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, ‘Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”(At-Tahrim:11).

Hadis ini menyampaikan kepada kita bahwa ketika Fir’aun mengetahui isterinya telah beriman, dia memasungnya dengan empat buah patok di kedua tangan dan kedua kakinya. Patok-patok itu ditancapkan di empat anggota tersebut dan sepertinya Fir’aun memerintahkan agar kedua kaki dan kedua tangannya diikat dengan patok-patok tersebut.

Hadis ini memberitahukan bahwa malaikat menaungi wanita shalihah ini manakala tentara-tentara Fir’aun yang menyiksanya meninggalkannya.

Sebagaimana hadis ini juga menyampaikan bahwa Allah menampakkan untuknya rumahnya di Surga sementara dia sedang disiksa. Wanita ini telah membuktikan kepada Fir’aun akan kehinaan dan kenistaannya.

Dia beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan mengingkari ketuhanan dan rububiyah Fir’aun. Jika Fir’aun adalah tuhan seperti yang dia klaim, maka isterinya tidak mungkin membelot dan niscaya Fir’aun mampu mengembalikanya kepada keimanan.

Namun, dia memilih berpisah dengan suaminya untuk kembali kepada Tuhan yang diimaninya.

Pelajaran-Pelajaran Dan Faedah-Faedah Hadis

1. Pengaruh iman yang benar dalam menghadapi siksaan dan hinaan yang ditimpakan oleh orang-orang yang zalim di atas kepala orang-orang mukmin, bahkan seorang wanita yang lemah lembut yang hidup dalam kenikmatan sanggup bersabar menerima adzab demi mendapatkan ridha, rahmat dan Surga Allah.

2. Betapa tinggi tingkat kebencian pengikut kekufuran terhadap pengikut iman. Fir’aun tidak lagi mempedulikan hak isteri yang hidup bersamanya. Dia menyiksanya dengan siksa-siksa yang berat dan tidak mempedulikan kelemahannya.

3. Penjagan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman manakala mereka tertimpa musibah. Allah mengutus malaikat kepada Asiyah isteri Fir’aun untuk memayunginya sementara dia terpasung. Dan Allah menampakkan kepadanya rumah yang disediakan untuknya di Surga. Hal itu agar meneguhkannya di atas iman.

4. Sebagian hamba Allah memilih nikmat akhirat dari pada nikmat dunia, walaupun dia telah meraih duniawi di tempat yang tertinggi. Asiyah adalah wanita nomer satu di istana Fir’aun.

5. Besarnya kebijaksanaan Allah. Jika Dia berkehendak, niscaya Dia menyelematkan Asiyah dari ujiannya dan memusnahkan Fir’aun dan anak buahnya. Akan tetapi, Allah maha Bijaksana, Dia menunda dan tidak lalai.

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 316-320.

Kategori:Cerita Islami
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: