Beranda > Berita Islam di Lampung, Ulul Albab in News > Puasa Bukan untuk Bermalas-malasan

Puasa Bukan untuk Bermalas-malasan

PUASA adalah mengekang keinginan diri, yang tidak terdapat dalam ibadah lain. Jika dalam salat, semua keinginan dikekang, tapi hanya dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan puasa tidak hanya mengosongkan perut, tapi juga menahan nafsu.

Pengekangan inilah di antaranya yang mengandung hikmah serta rahasia yang tersembunyi. Karena kedudukan puasa yang seperti itu, Allah lalu menempatkannya sebagai ibadah yang istimewa. Firman Allah swt., “Puasa itu untuk-Ku, maka Aku sendiri yang akan membalas-Nya.” Jadi dengan puasa, ada rahasia yang terjalin antara hamba dan Sang Khalik. Hanya Dia yang mengetahui rahasia itu. Semua amal ibadah untuk anak Adam. Sedang puasa, hanya ditujukan untuk Allah.

Karena sifatnya menahan segala hawa nafsu, banyak di antara kita yang sering menyalahartikan puasa dengan lebih banyak berdiam diri atau bermalas-malasan.

Walaupun puasa, aktivitas tetap harus dilaksanakan sebagaimana biasanya. Namun, istirahat tidur dapat menjadi solusi apabila kondisi memungkinkan untuk melakukan perbuatan yang membatalkan saum (puasa).

“Aktivitas harus tetap berjalan karena berpuasa tidak menghalangi muslim untuk melakukan kegiatan,” urai Nur Hidayat, Direktur Pondok Pesantren Ulul Albad Jatiagung, Lampung Selatan, Selasa (2-9).

Nur mengatakan dalam melaksanakan puasa dianjurkan berbuat maksimal. Tidak terdapat satu alasan pun yang membenarkan seseorang bermalasan selama menjalani puasa di bulan Ramadan.

“Tidak meninggalkan kegiatan sehari-hari dan berbuat amal baik menjadi hal utama selama bulan Ramadan. Karena Rasullah saw., selain tetap menjalankan aktivitas dalam menunaikan ibadah puasa juga lebih memperbanyak qiamulail, membaca Alquran, maupun iktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan,” kata Nur yang juga mantan Sekretaris Korps Mubaligh Islam (KMI) Lampung periode 2005–2007 ini.

Banyak hal yang bisa dilakukan selama puasa, yakni berbuat amal saleh seperti sedekah, menyantuni anak yatim piatu dan fakir miskin, di samping melaksanakan ibadah fardu maupun sunah.

“Walaupun tidur juga diperbolehkan dalam puasa dan menjadi ibadah untuk menghindari kegiatan tercela, akan tetapi alangkah sayangnya hanya melewatkan bulan yang penuh nikmat dan rahmat ini dengan tidur. Karena masih banyak aktivitas lain yang lebih mendapat berkah dari Allah swt.”

Apabila muslim itu memiliki karakter lemah, lanjut Nur, dan daripada melakukan perbuatan menyeleweng, tidur diperbolehkan tentunya bukan dengan bermalasan.

“Tidurnya orang yang sedang melakukan saum seperti itu akan mendapat pahala. Namun, tidur tidak utama apabila jika dengan tidak tidur muslim itu dapat berbuat amal. Karena berbuat amal yang utama di bulan Ramadan.”

Mendukung pernyataan itu, Mahbub Abdul Fatah, karyawan swasta perusahaan peternakan, mengatakan selama berpuasa dia tetap beraktivitas seperti biasa. “Pekerjaan tetap dijalankan seperti biasa, tidak ada yang berubah selama puasa. Tetapi, kalau bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.,” ungkap Mahbub yang ditemui di sekitar kawasan Saburai, Enggal, Bandar Lampung.

Mahbub juga mengungkapkan selama menjalani ibadah saum, dia lebih bersemangat. Karena terdapat kekuatan lebih apabila seseorang melaksanakan kegiatan selama berpuasa. “Tetap bersemangat dan lebih bersemangat dalam menjalani hari di bulan Ramadan karena kita melihat nilai ibadahnya,” kata pria berusia 25 tahun itu.

Sama halnya dengan Viverdy Julthalamo, siswa salah satu SMA negeri di Bandar Lampung. Viverdy mengungkapkan anggapan puasa hanya untuk bermalasan itu tidak benar karena hal itu akan merugikan diri sendiri. Banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan misalnya memperbanyak ibadah sunah.

“Tidur boleh aja, asalkan jangan kebanyakan. Sebab, banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan berpahala yang dapat kita kerjakan di bulan puasa ini, seperti menjalankan salat lima waktu dan tadarus. Kalau perlu ditambah salat duha. Selain dapat pahala, juga ngindarin kita dari perbuatan tercela,” jelas siswa kelas XI IPA II SMAN 9 Bandar Lampung ini.

Selama libur puasa, siswa ini banyak mengisi kegiatan dengan menjeljahi dunia maya untuk mengetahui beragam informasi. n CR-3/L-1 (sumber: www.lampungpost.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: