Beranda > Berita Islam di Lampung > Ponpes Kembangkan Cara Kolektif

Ponpes Kembangkan Cara Kolektif

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pondok pesantren yang dikelola secara tradisional tertinggal jika dibandingkan dengan pondok pesantren modern. Untuk itu, pengelolaannya harus diperbaiki dengan menggabungkan sistem tradisional dengan sistem modern atau dikenal dengan nama sistem kolektif.

Pemateri manajemen pondok pesantren (ponpes) Dr. H. Yusuf Baihaqi, M.Ag., mengatakan penerapan sistem tradisional menyebabkan lulusan ponpes tertinggal dengan yang lainnya. Penyebabnya, penguasaan keilmuan dan keterampilan sangat kurang.

Sebaliknya, penerapan sistem modern secara utuh akan menghilangkan karisma dan figur kiai atau ustaz ponpes. Untuk itu, dikombinasikan sistem tradisional dan modern yang dikenal dengan sistem kolektif.

Dengan kolektivitas, kepemimpinan tidak mutlak dimiliki kiai, tetapi juga tidak menafikan karisma, keilmuan, dan figur ustaz.

“Kiai tetap berada di posisi atas yaitu mengawasi dan bertanggung jawab terhadap program ponpes. Namun, belum tentu semua perkataan dan perintah kiai dilaksanakan karena semua diputuskan oleh beberapa pemimpin,” kata dia dalam Orientasi Manajemen Ponpes Se-Lampung 2008 dengan tema Kita ciptakan SDM yang andal, Selasa (14-10), di MAN 1 Bandar Lampung.

Dalam kepemimpinan kolektif, peran dibagi sesuai dengan keahlian dan keilmuan. Tidak lagi seperti sistem lama yang hanya dipimpin oleh keluarga sang kiai secara turun-temurun tanpa memperhatikan kapasitas dan keilmuan.

Dalam pengelolaan akademik, kata Yusuf Baihaqi, tidak mungkin ponpes mengisolasi diri dari perkembangan ilmu dan pengetahuan dan hanya mempelajari kitab-kitab klasik. Para pemimpin dan santri di ponpes harus membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Paling tidak kita tidak buta dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dia mencontohkan tenaga pengajar di ponpes harus menguasai keterampilan elektronik (teknologi informasi). Dengan demikian, pembelajaran lebih efektif dan lebih mudah dipahami oleh santri.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) Lampung Sya’roni Ma’shum mengatakan ponpes merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan masyarakat. Untuk itu, pemerintah mendukung pengelolaan ponpes agar berkiprah lebih baik di masa mendatang. n RIN/S-1 (www.lampungpost.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: