Beranda > Berita Islam Nasional > MUI Sumut: Kapsul Obat Impor Mengandung Lemak Babi

MUI Sumut: Kapsul Obat Impor Mengandung Lemak Babi

KAPSUL yang digunakan untuk mengemas obat-obat berbentuk serbuk, yang berasal dari luar negeri atau diimpor diduga mengadung lemak babi. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Mohammad Hatta kepada wartawan di Medan akhir pekan lalu. “Hanya 20 persen obat yang halal karena dibuat dari sapi atau berbahan nabati seperti tumbuhan, selebihnya ditengarai bercampur sesuatu yang diharamkan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pernyataan yang dirilisnya tersebut berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). “Itu pernyataan dari Direktur LPPOM MUI Dr Aznan Lelo yang juga merupakan Farmakolog Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FKUSU). Hasil penelitian ini dijadikan referensi dalam menyosialisasikan produk-produk yang halal,” katanya.

Hatta menambahkan, dari hasil penelitian itu, Aznan Lelo menyatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukannya, 80 persen obat-obat impor yang menggunakan cangkang atau pelindung seperti kapsul tersebut mengandung babi. “Makanya diharamkan,” kata Hatta.

Meski demikian obat-obatan buatan dari dalam negeri, seperti obat generik, kata Hatta, tidak menutup kemungkinan juga mengandung unsur haram. Namun, dia menolak membeberkan merek-merek produk yang dikatakannya haram untuk dikonsumsi. Dengan alasan akan terjadinya gejolak jika nantinya nama-nama obat tersebut dipublikasikan.

Sedangkan untuk mengeluarkan fatwa tentang larangan untuk mengonsumsi obat-obatan berbentuk kapsul, Hatta mengatakan harus ada permintaan dari masyarakat atau produsen obat itu sendiri. “Permintaan dari masyarakat atau produsen itu akan dibahas dan hasilnya itu dijadikan fatwa,” katanya.

Tindakan yang dilakukan MUI Medan untuk mengantisipasi obat yang sudah jelas diharamkan itu sekadar mengimbau saja kepada masyarakat khususnya umat muslim. “Kita tidak bisa menyampaikan itu, karena kita tidak berkompeten, kita hanya bisa untuk masalah kehalalan produk untuk memperoleh sertifikasi halal,” kata Hatta.

Hatta mengungkapkan, hambatan MUI dalam melakukan penelitian sering berbenturan dengan hukum atau ketentuan yang ada karena pihak produsen sudah mengantongi izin dari instansi terkait. Meski pada prinsipnya produk yang disetujui tersebut belum tentu mendapat sertifikasi halal dari MUI. “Belum adanya payung hukum yang mengaturnya. LPPOM MUI Medan masih memiliki kewenangan sebatas melayani masyarakat yang ingin menjamin kehalalan produknya untuk dipasarkan,” tuturnya.

Untuk itu, Hatta berharap agar rancangan undang-undang (RUU) tentang jaminan hukum terhadap pelaku, pengedar, konsumen berbagai produk. “Rancangannya sudah ada, tinggal disahkan saja. Kalau RUU ini disahkan, kita akan mewajibkan semua produk-produk makanan, minuman, dan obat yang beredar di Indonesia harus mempunyai sertifikat yang menyatakan halal atau tidak sebelum dipasarkan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Supriyanto mengatakan, tidak mengetahui adanya temuan MUI tentang kandungan lemak babi dalam kapsul obat. Hal ini disebabkan pihaknya tidak ada menemukan kandungan yang dimaksud. “Kita tidak pernah mendapatkan obat yang mengandung lemak babi. Namun untuk membuktikan dugaan ini BBPOM harus tahu nama dan merek obatnya,” katanya.

Dikatakannya, unsur gelatin yang ada pada obat kapsul bemacam-macam. Ada terbuat dari unsur lemak sapi, rumput laut, dan juga lemak babi. “Obat yang ada di Indonesia diproduksi dalam negeri, meskipun bahan kimianya berasal dari luar,” katanya[rofx/jn] (muslimdaily.net

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: