Beranda > Berita Islam Nasional > Nasabah Shar-Edi di Papua Capai 15 Ribu Lebih

Nasabah Shar-Edi di Papua Capai 15 Ribu Lebih

Sebanyak 15.633 warga Papua tercatat menjadi nasabah kartu investasi syariah Bank Muamalat Indonesia, Shar-E. Belasan ribu nasabah itu tersebar di berbagai kota di provinsi paling Timur Indonesia itu. Di antaranya adalah Sorong, Manokwari, Jayapura, Fak-Fak, Biak, Serui, Nabire, Merauke, Timika, dan Tembagapura.

Menurut Direktur Bank Muamalat U Saefudin Noor, banyaknya warga Papua yang menjadi nasabah Shar-E disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya adalah karena produk tabungan Shar-E memang sengaja didesain untuk menjangkau daerah yang kurang memiliki akses layanan perbankan.

”Melalui jaringan kantor pos di Papua, layanan perbankan syariah melalui Shar-E bisa diakses oleh masyarakat Papua secara real-time online,” ujarnya usai pelepasan jamaah program raih umrah 365, Jumat, (8/8).

Selain itu, menurut Saefudin, banyaknya nasabah Papua menunjukkan produk perbankan syariah tidak hanya bisa diakses nasabah Muslim,tapi juga non Muslim. Terlebih, berbagai ajaran agama sebetulnya melarang penerapan riba dalam transaksi. Saefudin menyebutkan, teknologi Shar-E juga memungkinkan nasabah dapat mengelola keuangan dengan baik. Hal itu karena Shar-E tidak hanya menjadi produk tabungan, tapi juga berbagai layanan keuangan lain seperti asuransi syariah dan pengiriman uang dari luar negeri.

Hingga akhir Juli lalu, Bank Muamalat memiliki sebanyak 1,59 juta nasabah Shar-E. Dari jutaan nasabah itu, bank umum syariah pertama di Indonesia ini menghimpun dana masyarakat hingga Rp 1,37 triliun. Hingga akhir tahun ini, Saefudin menyebutkan, Bank Muamalat memproyeksi akan memiliki nasabah Shar-E sebanyak 2 juta orang.

Sedangkan, dana masyarakat yang terhimpun melalui produk itu diproyeksi mencapai Rp 2 triliun pada akhir tahun ini. ”Kita menggunakan proyeksi moderat. Satu nasabah punya simpanan sekitar Rp 1 juta,” katanya.

Mengenai kinerja, Saefudin menyebutkan, aset Bank Muamalat kini mencapai Rp 11,468 triliun hingga akhir Juli lalu. Sedangkan, penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan hingga Juli lalu masing-masing mencapai Rp 9,5 triliun dan Rp 9,8 triliun. Sementara, laba sebelum pajak bank syariah itu mencapai Rp 171,1 miliar dengan total ekuitas mencapai Rp 1,05 triliun.

Hingga akhir tahun ini, Bank Muamalat menargetkan perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp 300 miliar. Sedangkan, penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan akhir tahun ini masing-masing ditargetkan sekitar Rp 12 triliun. ”Kita memang ingin menjaga FDR (Rasio pembiayaan terhadap DPK) pada posisi sekitar 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Bank syariah pertama di Indonesia ini, terhitung sejak 2004 hingga kini telah memberangkatkan sebanyak seribu nasabah ke tanah suci melalui program ‘Raih Umrah 365’. Mereka berasal dari 253 kota di Indonesia. Di antaranya adalah Aceh, Jabodetabek, Serang, Sukabumi, Jepara, Padang, Majalengka, Yogyakarta, Palopo, Samarinda, Ambon, dan Denpasar. (fkr/rol) (muslimdaily.net)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: