Beranda > Berita Islam Nasional > Poltabes Bandarlampung Tahan Rosul Palsu

Poltabes Bandarlampung Tahan Rosul Palsu

BANDAR LAMPUNG –Ululalbablampung.com–: Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung menahan rasul palsu Chan (52), warga Jalan Dr. Susilo, Gang Pusri II, Sumur Batu, Telukbetung Utara, Sabtu (2-8). Penahanannya bukan atas kasus pengakuannya menjadi rasul yang menghebohkan, melainkan aduan pemerkosaan.

Chan diadukan Is (19), tetangganya, dengan tuduhan telah memerkosa dirinya. Tersangka Chan melakukan perbuatan bejatnya saat suami korban, Hanafi, sedang tidak ada di rumah, Jumat (1-8). Is yang seorang diri di rumah itu, tak berdaya dirudapaksanya.

Kasat Reskrim Poltabes Kompol Namora, didampingi Kanit PPA AKP Hari Sutrisno, mengatakan Chan sempat babak belur dihajar warga di sekitar tempat tinggal. Dan atas perbuatannya itu, Chan ditetapkan telah melanggar Pasal 228 KUHP tentang Kasus Pemerkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Berdasarkan bukti-bukti permulaan yang cukup, akhirnya tersangka kami tahan. Kasus ini sedang dalam proses penyidikan, kami sedang intensifkan pemeriksaan saksi-saksi lain, termasuk saksi korban,” kata Namora ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (2-8).

Terkait desakan warga yang ingin mengusir keluarga Chan dari daerahnya tersebut, Namora menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan kepada Kapolsekta Telukbetung Utara dan Babinkamtibmas setempat. Pihaknya juga berupaya meredam emosi warga agar tidak bertindak anarki. “Kami sudah mengimbau dan memberi pengertian warga bahwa kasus terus diproses hukum. Kami minta warga untuk bersabar, dan tidak bertindak sendiri,” kata Namora.

Informasi yang dihimpun Lampung Post dari keluarga korban, menyebutkan korban mengaku telah dua kali dirudapaksa Chan di atas kasur di depan televisi di ruang tamunya hari itu. Pertama kali dilakukan sekitar pukul 11.00 dan kedua kalinya sekitar pukul 13.00.

Sementara itu Hanafi, suami korban, langsung kembali dari Jakarta setelah mendengar kasus istrinya itu. Ia merasa geram dan sangat terpukul. Namun, keluarga besar korban berdatangan dan berkumpul di rumahnya meredam amarah Hanafi dan keluarga lainnya. “Saya sangat terpukul. Saya ingin dia tidak lepas dari jeratan hukum,” kata Hanafi, ditemui di rumahnya, kemarin.

Sementara itu, hingga kemarin, Is belum bisa dihubungi karena kondisinya yang masih tampak terpukul. Korban terlihat diam saja dan menangis jika mengenang kejadian tersebut. “Istri saya pertama kali ditemukan adik saya, Warno, sedang menangis di sudut ruang tamu. Lalu dia menceritakan kejadian yang menimpanya. Setelah melapor ke kerabat, Warno melaporkan kejadian itu ke polisi,” kata Hanafi.

Sementara itu, warga Kampung Naggrek, tempat tinggal Chan, mengaku sudah lama resah dengan keberadaan Chan dan keluarganya yang tinggal di rumah milik pemilik Hotel Hartono itu. “Kami sudah resah sejak dia (pelaku, Red) mengaku sebagai rasul dan mengajak-ajak warga. Selama ini, memang yang banyak diajak mengikuti aliran dia adalah para wanita terutama ibu-ibu. Dengan sesama pria justru menghindar,” kata warga.

Sementara itu, Ratna Mariana, anak korban, juga meminta warga sekitar tidak melibatkan keluarganya atas peristiwa tersebut. “Jika memang kami akan diusir dari sini, kami minta warga bersabar. Kami kan tidak bersalah,” kata Ratna. n JUN/K-3 (lampost)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: