Beranda > Berita Islam Nasional > Musabaqah Hifdzil Quran wal Hadis Tingkat ASEAN Dimulai

Musabaqah Hifdzil Quran wal Hadis Tingkat ASEAN Dimulai

Sejumlah peserta Musabaqah Hifdzul Quran wal Hadis (MHQH) tingkat ASEAN yang pertama, sejak Ahad (20/7) pagi sudah tiba di Gedung D2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Rencananya Musabaqah ini akan diikuti 82 peserta dari sembilan negara anggota ASEAN yaitu Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, Kamboja, Brunei Darussalam, Malaysia, Timor Leste dan Indonesia.

Dari pengamatan, rombongan pertama yang datang, adalah kontingen Myanmar yang mengirimkan lima peserta dan satu pembimbing. Mereka tiba di Asrama Haji pukul 07.00. Kontingen Singapura dan Thailand menyusul Ahad siang. ”Terus terang, kami senang sekali bisa hadir di tempat ini, kami bisa bersilaturahim dengan saudara-saudara kami dari berbagai negara di ASEAN,” ungkap Amir Husein anggota tim dari Myanmar.

Amir mengungkapkan, dari lima peserta yang berasal dari Myanmar, satu orang akan ikut dalam lomba hafal Alquran 30 juz, satu orang untuk lomba 20 juz, satu orang untuk lomba hafal 15 juz dan dua peserta akan tampil di lomba 10 juz. ”Jadi, semua peserta yang datang dari Myanmar akan tampil untuk lomba hafal Alquran. Myanmar tahun ini belum mengikutsertakan warganya untuk lomba hafal hadis. Kita belum menemukan penghafal hadis, bisa jadi juga karena banyak yang belum tahun tentang lomba hafal hadis,” papar Amir lebih lanjut.

Meski Myanmar belum lama ini dilanda bencana badai dahsyat yang meruntuhkan banyak kota dan kampung, menurut Amir, hal itu tidak menghambat perjalanan tim Myanmar ke Indonesia. ”Alhamdulillah, sepanjang perjalanan tidak ada masalah. Kebetulan, yang menjadi peserta lomba ini berasal dari wilayah Rangoon, yang tidak terkena musibah,” ujar Amir menambahkan.

Dari Singapura, hadir tiga orang. Satu pendamping dan dua orang peserta; Imran Ishaq Anggulya (20) akan tampil pada lomba 30 juz Alquran dan Yunus Faruq (22) akan tampil pada lomba 15 juz Alquran. Imran sendiri mengaku baru kali ini ikut lomba hafal Alquran di Indonesia. Imran yang mulai menghafal Alquran sejak usia 14 tahun dan belajar menghafal Alquran di sebuah madrasah di Johor Baru Malaysia, telah mengikuti lomba hafal Alquran di Dubai dan di Arab Saudi. Sedangkan Yunus, sebelumnya pernah mengikuti lomba hafal Alquran 5 juz di Kairo dan 10 juz di Arab Saudi.

Pertemuan dua generasi
Lantas bagaimana kans mereka dalam lomba ini? Dengan tawadlu, Imran mengatakan, ”Harapan jadi juara oke. Tapi, yang paling bagus dan yang paling penting adalah pengalaman dan juga silaturahim. Pelajaran yang sangat baik dari sebuah musabaqah hafal Alquran, kita akan belajar cara orang menghafal Alquran,” ujar Imran yang lahir di Singapura.

Atase Agama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Tuan Ismail Tuan Abdullah menilai penyelenggaraan Lomba Hafal Alquran dan Hadis tingkat Asean yang pertama ini sangat bermanfaat untuk membina masyarakat muslim se-Asean.

”Pertemuan ini melibatkan dua generasi sekaligus. Yang pertama, generasi tua, yang ada sekarang yang memimpin bangsa maupun pimpinan ormas, yang kedua adalah mereka yang ikut lomba yang usia muda. Dan, kelak dalam waktu 10 tahun lagi, mereka akan menjadi pemimpin bangsa, mereka akan memimpin ormas,” tandas Tuan Ismail.

Yang menarik, sambung Tuan Ismail, anak-anak muda yang menjadi peserta MHQH selain memiliki kehebatan dalam menghafal Alquran dan hadis, juga memiliki kepakaran masing-masing.

”Ada yang pakar di bidang manajemen, ada juga pakar di bidang lainnya. Ini bisa menjadi input yang sangat baik untuk hubungan antar negara,” ujar Tuan Ismail.

Gunaim Ihsan, salah seorang panitia yang bertugas di bagian sekretariat mengungkapkan, untuk lomba hafal Alquran tingkat ASEAN ini, seluruh dewan hakim berasal dari Arab Saudi. Mereka itu adalah Dr Abdul Muhsin, imam dan khatib Masjid Nabawi di Madinah, Prof Dr Hasan Bajaudah. Kemudian Guru Besar Universitas Ummul Qura di Makkah dan anggota Dewan Hakim Musabaqah tingkat Internasional yang bermarkas di Makkah, serta Prof Dr Ibrahim Al-Dosary, Guru Besar Universitas Imam Ibnu Sa’ud di Riyadl dan anggota Dewan Hakim Musabaqah Tingkat Internasional yang bermarkas di Makkah.

Sedangkan untuk lomba hafal hadis, yang menjadi dewan hakim adalah Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub MA, Imam Besar Masjid Istiqlal dan Pimpinan Pesantren Luhur Hadis Darussunnah Ciputar serta KH Rahmat Al-Arifin M Ma’ruf Lc, pimpinan Pesantren Darul Hijrah Malang Jawa Timur. (fkr/rol)

(muslimdaily.net)

________________________

Red: Kapan Santri Ulul Albab bisa ikut ya? Mudah-mudahan kalau acara ini rutin diadakan, tahun depan santri Ponpes Islam Ulul Albab bisa mengikuti ajang tersebut. Amin.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: